Mengapa Pendidikan Indonesia Masih Tertinggal Dengan Negara Lain? – Demi mendukungnya kemajuan Negara Indonesia tercinta kita, semua lapisan masyarakat diwajibkan belajar selama 9 tahun atau tamat SMP. Tetapi sebentar lagi pemerintah kita akan merapkan wajib belajar 12 tahun atau sampai tamat SMA.Negara kita sepertinya telat menerapkan wajib belajar 12 tahun, padahal negara-negara lain sudah lama menerapkannya. Hal tersebut terjadi karena negera kita punya 1001 masalah yang harus diselesaikan sehingga perhatian ke dunia pendidikan masih terganggu.Banyak dari kita yang bertanya-tanya, “kenapa pendidikan Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara lain? Padahal Negara kita kan kaya akan sumber daya alam”. Berdasarkan hal tersebut berikut kami sajikan 7 alasan mengapa pendidikan Indonesia masih tertinggal dengan negara lain
- Pendidikan yang belum merata.
Masalah ini merupakan masalah klasik yang belum selesai hingga sekarang. Kurangnya perhatian pemerintah terhadap daerah-daerah tertinggal mengakibatkan daerah-daerah tersebut sulit berkembang. Perkembangan pendidikan di daerah-daerah kecil masih tertinggal dengan di kota-kota besar Mungkin pelajar yang tinggal di kota-kota besar tidak merasa demikian, tapi coba lihat teman-teman kita di pelosok daerah.
- Kualitas pengajar “standar”
Di negara kita profesi sebagai tenaga pengajar (guru/dosen) bukan merupakan primadona atau favorit, mengapa? Karena kesejahteraan guru belum bagus, gaji yang masih tergolong kecil sehingga banyak orang-orang unggulan dan berkompeten memilih profesi lain yang lebih menjanjikan sebagai jalan mencari nafkah. Walapun tidak sedikit juga orang-orang unggulan memilih jadi guru karena pekerjaan yang mulia. Di Negara-negara maju, profesi guru merupakan profesi favorit karena menjanjikan kesejahteran dan profesi mulia.
Semakin bagus kualitas guru, semakin baik pula pendidikan Indonesia
- Kuantitas pengajar yang masih kurang.
Masalah kuantitas pengajar ini sangat berhubungan dengan masalah kualitas pengajar. Daripada menjadi guru dengan honor kecil dan ketidakpastian kesejahteraan dari pemerintah, banyak yang lebih memilih menjadi dokter, pengacara, polisi, pedagang, ataupun pegawai swasta di perusahaan-perusahaan. Karena kurangnya guru, di Indonesia bagian timur lebih dari sebagian guru masih berijazah SMA! Kalau guru saja masih sedikit, bagaimana pendidikan Indonesia bisa maju
- Kesadaran pendidikan belum dimiliki semua masyarakat
Kurangnya perhatian, edukasi dan penyuluhan dari pemerintah ke masyarakat-masyarakat terpencil membuat kesadaran akan pendidikan masih kurang. Banyak orang tua yang belum menyadari pentingnya pendidikan untuk anak-anak mereka. Pengamatan dari kami sendiri, hal ini tidak hanya terjadi di daerah terpencil tetapi juga bisa terjadi di kota besar. Buktinya masih ada wilayah di kota yang para anak-anaknya berumur wajib belajar (6-17 tahun) tetapi memilih berhenti sekolah atau mencari nafkah.
- Belum sepenuhnya “gratis”
Pendidikan Indonesia gratis? siapa bilang!! Pemerintah kita yang menjalankan program wajib belajar 9 tahun hanya menggratiskan biaya belajar saja, sedangkan seperti biaya buku, seragam, dan alat-alat tulis masih dibebankan kepada pihak siswa-siswi. Padahal dilihat dari fungsinya, buku,seragam, dan alat tulis merupakan bagian penting dari pendidikan, tidak mungkin para siswa-siswi ke sekolah tidak menggunakan seragam, membawa buku dan alat tulis. Kecuali bila ada kebijakan dari pemerintah
pendidikan Indonesia tidak gratis. Pendidikan Indonesia hanya untuk yang mampu saja
- Infrastruktur / Fasilitas yang kurang mendukung
Fasilitas sekolah-sekolah di kota besar mungkin sudah lumayan layak digunakan, tetapi sekolah-sekolah didaerah pelosok sangat memprihatinkan. Papan tulis yang usang, kursi yang mulai rapuh, meja yang sudah tidak rata, plafon pecah-pecah, sampai bangunan yang sudah hampir roboh sangat mengganggu kenyaman belajar. Bagaimana mau belajar dengan tenang kalau para siswa ditakutkan dengan plafon rapuh yang bisa saja tiba-tiba jatuh mengenai mereka.
- Anggaran pendidikan tidak tepat sasaran
Poin ke-7 ini merupakan akar dari semua masalah pendidikan Indonesia. Anggaran pendidikan yang sudah cukup banyak porsinya dalam rencana belanja pemerintah (20% dari APBN) ternyata tidak cukup untuk membiayai seluruh pendidikan di indonesia. Hal ini mengundang banyak pertanyaan. Mungkin saja karena daerah kita yang luas atau ada pihak-pihak yang melakukan korupsi. Lemahnya penegakan hukum menjadi sulitnya pemberantasan korupsi di Indonesia. Karena anggaran pendidikan yang sedikit tersebut membuat masyarakat malas menjadi guru, pendidikan tidak “gratis”, dan fasilitas di sekolah-sekolah kurang bagus.
http://edukreatif.com/7-alasan-mengapa-pendidikan-indonesia-masih-tertinggal-dengan-negara-lain/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar